01. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
02. Sabar apabila mendapat kesulitan;
03. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
08. Jangan usil dengan kekayaan orang;
09. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
11. Jangan tamak kepada harta;
12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
13. Jangan hancur karena kezaliman;
14. Jangan goyah karena fitnah;
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
19. Jangan sakiti anak yatim;
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
25. Biasakan shalat malam;
26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah;
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
30. Jangan marah berlebih-lebihan;
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
36. Jangan percaya ramalan manusia;
37. Jangan terlampau takut miskin;
38. Hormatilah setiap orang;
39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
45. Perbanyak silaturrahim;
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
47. Bicaralah secukupnya;
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
56. Cintai keluarga Nabi saw;
57. Jangan terlalu banyak hutang;
58. Jangan terlampau mudah berjanji;
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
70. Jangan melukai hati orang lain;
71. Jangan membiasakan berkata dusta;
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain;
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
"Sebarkanlah walau satu ayat pun" (Sabda Rasulullah SAW) "Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Surah Al-Ahzab:71)
Dir7x
Sabtu, 14 Januari 2012
Dunia, Akhirat dan Peradaban Teknologi
Audzu billahi min asy-syaytan ir-rajiim, Bismillah ir-rahman ir-rahiim Allahumma Sholli A’laa Sayyidina Muhammad Wa A’laa Aali Sayyidina Muhammadin Wa Baarik Wa Sallim
Ilmu dan pengetahuan adalah penting dalam perjalanan menuju Akhirat. Sekalipun demikian, mengumpulkan pengetahuan tentang Dunya bukanlah hal yang paling penting. Allah telah mengirim kita ke dunia ini untuk membangun akhirat kita. Ia telah berfirman dalam Al Quran Suci, "Dan tidaklah Aku ciptakan jinn dan manusia kecuali agar mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tak membutuhkan rezeki dari mereka, tidak pula Aku membutuhkan makanan dari mereka." [QS. 51: 57-58]. Allah telah menciptakan jinn dan manusia dengan maksud agar mereka menyembah-Nya. Peradaban terus mengalami kemajuan, tetapi hanya dalam urusan Dunya.
Masyarakat kita telah menjadi lebih dan lebih unggul dalam pengembangan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup kita secara materi. Di masa lalu, sebagai contoh, belum dikenal adanya sistem sprinkler (sistem penyemprot air otomatis, penj.), Saat itu sprinkler dikembangkan hanya untuk menjaga agar suatu bentangan dataran tetap hijau. Kini orang dapat melihat bahwa setiap halaman rumput pun tetap hijau, sekalipun tidak turun hujan. Jaringan air yang luas telah digunakan dan suatu teknologi yang superior telah dikembangkan hanya agar Anda dan saya dapat memiliki rerumputan yang hijau di depan rumah-rumah kita.
Ini hanyalah satu contoh, yang menggambarkan betapa besar perhatian telah diberikan untuk dunya. Padahal sesungguhnya ada kebutuhan yang lebih besar untuk membangun akhirat kita, kehidupan setelah dunya ini. Adalah Akhirat, dan bukan Dunya, yang vital bagi orang-orang di abad 21 ini. Orang-orang itu, yang menggunakan teknologi pada setiap urusan, yang intelegensi dan kecerdasan dan kepandaiannya terus bertambah setiap hari-nya, seharusnya juga menyalurkan energi mereka untuk membangun Akhirat yang jauh tidak terbandingkan (keindahan dan kenikmatannya, penj.) dibandingkan Dunya mereka.
Seseorang mampu untuk bertahan hidup dengan teknologi maupun tanpa teknologi. Orang mampu untuk bertahan hidup baik dengan adanya tenaga listrik maupun tanpa tenaga listrik. Seseorang dapat hidup dalam sebuah rumah yang modern maupun dalam suatu tenda yang sederhana. Berapa pun jangkauan umur hidup yang Allah telah putuskan untuk seseorang akan dipenuhi, tanpa memandang faktor-faktor ini. Allah telah memberikan pada kita umur hidup yang berbeda-beda. Beberapa orang hidup hingga 100 atau 70 atau 80 tahun.
Sementara, beberapa orang yang lain hanya hidup selama lima tahun, atau malah cuma satu hari. Allah telah mengaruniakan pada setiap orang dari Anda-anda ini, suatu jangka waktu tertentu untuk hidup. Anda akan hidup dan kemudian melaluinya menuju ke Kehidupan Berikutnya. Jika Anda sungguh-sungguh percaya dan beriman bahwa waktu Anda di Akhirat (Kehidupan Berikutnya) adalah lebih lama dan lebih penting daripada waktu Anda di Dunya ini, maka mengapa Anda tidak berusaha untuk membangun Akhirat yang lebih baik bagi diri Anda sendiri? Lihatlah secara mendalam pada sifat sejati dari suatu kehidupan, dan Anda akan mendapati bahwa mereka yang hidup sebelum kita, menjalani kehidupannya dengan cara yang amat serupa dengan cara kita, sekalipun tanpa adanya tenaga listrik atau teknologi lainnya. Mereka juga punya keluarga dan punya rumah.
Mereka tidur dan bangun. Mereka pun bekerja dan menghabiskan waktu luang mereka bersama keluarga, kolega, tetangga, dan sahabat-sahabat mereka. Mereka puas dengan apa yang mereka miliki. Mereka telah merasa seperti hidup di surga. Tapi kita malah merasa kasihan pada mereka karena mereka tidak memiliki listrik, air conditioning (AC), pemanas ruangan atau lampu, air panas, email dan Internet. Kita berpikir bahwa hidup kita jauh lebih baik daripada mereka dan kita merasa seakan-akan kita hidup di surga. Tapi, orang-orang yang hidup bahkan 1000 tahun yang lalu pun merasa bahwa hidup mereka adalah bagai di surga.
Perasaan-perasaan serupa seperti ini didasarkan pada persepsi yang relatif. Mereka berbahagia dengan hidup mereka; Anda pun berbahagia dengan hidup Anda. Hal ini bukanlah hal yang paling penting. Mereka berbahagia dengan apa yang mereka punya, dan kita pun berbahagia dengan apa yang kita punya. Dan mungkin, generasi yang akan datang pun akan lebih berbahagia dengan apa yang mereka miliki dan ketika mereka melihat ke belakang, mereka akan memandang apa yang kita punya sebagai hal-hal yang primitif. Bagaimanapun dunya ini membuat hidup kita lebih baik, tetapi tetap saja ia memiliki batas-batasnya, limit-limitnya. Dunya tidak akan pernah dapat menyaingi Akhirat.
Dengan hanya membaca beberapa ayat dari Quran Suci atau suatu fragmen dari suatu hadits, Allah SWT dan Rasulullah telah menggambarkan suatu Akhirat yang berada di luar imajinasi (khayalan) kolektif kita sekalipun. Sebagai suatu contoh sederhana, Nabi pernah bersabda, "Seandainya seorang hur al-'ayn (bidadari surga) memperlihatkan satu dari kuku jarinya pada dunia ini, setiap orang yang berada di segenap alam ini akan jatuh pingsan." Tak ada dari dunya ini yang dapat menyamai keindahan yang akan Allah karuniakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, di Akhirat nanti.
Kita belajar bahwa keharuman dan keindahan satu saja kuku jari di akhirat akan melenyapkan semua yang ada di dunya ini. Mengapa kita hanya menghabiskan waktu, untuk membangun dunya kita ini lebih daripada untuk akhirat? Padahal tak ada dari kita yang mengetahui kapan Allah akan memanggil kita dari hidup ini. Ingatlah kisah Firaun dari Mesir. Lihatlah pada piramid-piramid di sana dan perhatikan apa yang telah ditemukan di Luxor dan Aswan (nama daerah di Mesir, penj.).
Semua raja-raja itu dikubur bersama harta mereka yang amat berlimpah, tapi apa yang sebenarnya telah mereka bawa bersama mereka ke kehidupan berikutnya? Badan-badan mereka kini hanyalah menghiasi museum sebagai mummi-mummi, untuk menghasilkan uang. Mereka mati dan telah pergi. Tak peduli lagi apa yang dulu mereka makan, apakah roti, ataukah beras, ataukah mungkin hanya daun-daun dari hutan.
Hal ini terjadi pula ketika Sayyidina Ubaidullah al-Ahrar (http://naqshbandi.org/chain/20.htm), mursyid ke-20 dalam Silsilah Emas Tareqah Naqshbandi, memerintahkan seorang murid beliau untuk pergi ke sebuah gunung untuk menunggu beliau. Sang murid menaatinya karena Islam berarti ITTIBA', "MENGIKUTI". Lebih khususnya, mengikuti jalan para Syaikh atau Guru yang akan membawa Anda menuju Jalan Nabi. Anda adalah seorang murid. Jika Anda seorang murid, maka Anda mesti memiliki seorang Guru. Harus ada seorang guru dan harus ada pula seorang murid.
Jika kita mengikuti trend dari banyak 'ulama saat ini yang mengatakan bahwa mereka mengajari "tholaab al-'ilm" (siswa atau murid dari ilmu), maka kita pun mesti menerima akan perlunya memiliki seorang guru. Seperti halnya suatu bangunan atau gedung harus memiliki atap atau langit-langit, seorang guru pun harus memiliki murid, dan seorang murid harus memiliki seorang guru.
Melanjutkan cerita tadi, Sayyidina 'Ubaidallah berkata pada muridnya, "Pergilah, aku akan datang." Sang Murid pun pergi, hanya berpikir, "sang Syaikh berkata 'Pergi', maka aku pun pergi". Waktu Maghrib pun tiba, dan Sang Syaikh belum tiba. Ia (sang murid) pun menunggu. Hari berikutnya, sang Syaikh masih juga belum datang. Sang Murid mulai untuk makan buah-buahan yang ada sampai tak ada lagi makanan yang tersisa. Satu minggu berlalu dan sang Syaikh pun masih belum datang. Satu bulan berganti menjadi tiga bulan. Berlalu pula musim penghujan dan musim kemarau. Hari demi hari berlalu, namun sang Mureed tetap menunggu dengan penuh kesabaran baik dalam guyuran air hujan yang lebat maupun dalam cuaca buruk lainnya.
Dan saat salju mulai turun, bumi pun membeku dan ia tidak menemukan apa-apa untuk dimakan. Tapi Allah, Yang Maha Pemurah, mengirimkan baginya seekor rusa. Rusa itu datang di pagi hari, dan sang mureed memerah susu darinya, dan ia pun puas dan bersyukur sepanjang hari. Ia paham benar akan ayat, "Ma khalaqta al-jinna wal ins illa li ya`buduna la ureedu minhum min rizq wa la ureed an yut'imoon". "Tidaklah Aku ciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk menyembah-Ku. Aku tidak meminta dari mereka rizki, tidak pula Aku minta mereka untuk memberi makan pada-Ku".
Allah menyediakan bagi mureed ini karena ia adalah seorang PENGIKUT yang baik yang menginginkan untuk membangun akhirat-nya lebih dari keinginan lain apa pun. Allah menyediakan makanan untuk memberinya energi. Makan, bukanlah sekedar suatu jawaban terhadap perasaan lapar secara biologis. Makan menyediakan bahan bakar bagi tubuh Anda untuk beribadah. Anda harus memulai setiap makan dengan niat untuk memperoleh energi bagi ibadah. Dan Anda harus menggunakan energi ini untuk membangun Akhirat Anda.
Jika Anda memperhatikan baik-baik pesan ini, dan mengikuti Sunnah untuk membangun akhirat Anda, Allah akan membuat Anda merasa puas dan kenyang sekalipun dengan hal yang paling kecil dan sederhana. Sang mureed tadi menunggu kedatangan Syaikh-nya selama tujuh tahun. Ia minum susu dari rusa tadi setiap hari dan kemudian membaca Quran. Hewan-hewan akan berkumpul di sekelilingnya untuk mendengar dhikr-nya dan mendengar bacaan ayat-ayat Quran, dan mereka pun menjadi amat jinak. Kebalikannya, kita adalah hewan-hewan liar dan buas - bahkan terhadap satu sama lain. Kita mesti meninggalkan Shaytan dan mengikuti Ar-Rahman.
Kita mesti mengingat akan sang mureed yang demikian bahagia hanya dengan hal-hal dan kenikmatan yang amat sederhana, dan para pendahulu kita juga bahagia hidup dalam gubuk-gubuk yang hanya diterangi dengan minyak dan lilin. Jika tenaga listrik mati untuk beberapa menit saja saat ini, tentu kita akan merasa susah. Mereka bahagia hanya mengendarai kuda atau keledai, atau malah hanya berjalan kaki. Mereka mengukur jarak dengan hitungan berapa jam yang diperlukan untuk bepergian dengan kuda atau keledai.
Sekarang, Allah telah mengaruniai kita dengan pesawat terbang dan mobil yang cepat. Benda-benda ini membuat kita bahagia, untuk suatu waktu, tapi pada akhirnya kita menjadi sama saja dengan mereka yang telah wafat mendahului kita. Hidup mereka, di waktu mereka, dan hidup kita di waktu kita saat ini adalah sama. Jika kita tidak menggunakan waktu yang telah dikaruniakan Allah bagi kita untuk membangun akhirat kita, maka akhirnya kita akan merugi. Akhirat tidak dapat dibangun dengan teknologi, atau dengan apa yang sekarang dinamai peradaban. Akhirat hanya bisa dibangun dengan amal salih, amal kebajikan, suatu perbuatan yang dilakukan pada kehidupan ini, tapi terlaksana demi akhirat.
Pertemuan yang saat ini kita lakukan mungkin termasuk perbuatan semacam itu. Ada begitu banyak pertemuan dan majlis seperti ini di seluruh dunia. Banyak orang yang duduk di antara salat Maghrib dan 'Isha' dan berdizkir mengingat Allah SWT dan mengingat serta menyebut Nabi . Alhamdulillah - dengan dukungan spiritual dari Rasulullah sallalLahu 'alayhi wasallam melalui silsilah dari para Syaikh kita, yang merupakan suatu transmisi dari seorang Grandsyaikh dari Grandsyaikhnya, dan seterusnya hingga kembali menuju Nabi sallalLahu 'alayhi wa sallam - kita dapat datang berkumpul, duduk bersama, mendengar dan kemudian pergi.
Tapi seandainya pertemuan kita ini tidak membuahkan apa pun maka ia adalah suatu pertemuan yang tak bermanfaat. Banyak pohon yang tumbuh tapi tidak berbuah, yang merupakan pohon feral. Tapi, untuk pohon-pohon yang tumbuh dan mengeluarkan buah, kita menyebut mereka berbuah, berguna. Jika pertemuan-pertemuan ini tidak menolong kita untuk memperbaiki akhirat kita, maka kita hanyalah menghabiskan waktu belaka. Kita berdoa, "Yaa Rabbi, peliharalah kami pada jalan yang lurus, peliharalah kami pada jalan Nabi Muhammad sallallahu 'alayhi wasallam. Buatlah kami agar mengikuti Sunnah beliau”.
Lemparkanlah dari dalam hati kalbu kami "hubb ad-dunya" - cinta akan dunia. Penuhi hati kalbu kami dengan "hubb al-akhira", kecintaan akan akhirat, kehidupan selanjutnya. Jauhkan dari kalbu kami "shahwat al-haram", keinginan akan hal-hal terlarang, dan penuhi hati kalbu kami dengan "shahwat al-halal", keinginan akan apa yang diperbolehkan bagi kami. Karuniakan pada kami adab dan akhlaq yang luhur dan bersihkan dari diri kami segala adab dan akhlaq yang buruk." Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk membangun akhirat kita dan untuk mengikuti bimbingan dan petunjuk dari Shuyukh kita dan bimbingan petunjuk dari Sayyidina Muhammad sallalLahu 'alayhi wasallam. Bihurmatil Faatihah.
Ilmu dan pengetahuan adalah penting dalam perjalanan menuju Akhirat. Sekalipun demikian, mengumpulkan pengetahuan tentang Dunya bukanlah hal yang paling penting. Allah telah mengirim kita ke dunia ini untuk membangun akhirat kita. Ia telah berfirman dalam Al Quran Suci, "Dan tidaklah Aku ciptakan jinn dan manusia kecuali agar mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tak membutuhkan rezeki dari mereka, tidak pula Aku membutuhkan makanan dari mereka." [QS. 51: 57-58]. Allah telah menciptakan jinn dan manusia dengan maksud agar mereka menyembah-Nya. Peradaban terus mengalami kemajuan, tetapi hanya dalam urusan Dunya.
Masyarakat kita telah menjadi lebih dan lebih unggul dalam pengembangan teknologi yang meningkatkan kualitas hidup kita secara materi. Di masa lalu, sebagai contoh, belum dikenal adanya sistem sprinkler (sistem penyemprot air otomatis, penj.), Saat itu sprinkler dikembangkan hanya untuk menjaga agar suatu bentangan dataran tetap hijau. Kini orang dapat melihat bahwa setiap halaman rumput pun tetap hijau, sekalipun tidak turun hujan. Jaringan air yang luas telah digunakan dan suatu teknologi yang superior telah dikembangkan hanya agar Anda dan saya dapat memiliki rerumputan yang hijau di depan rumah-rumah kita.
Ini hanyalah satu contoh, yang menggambarkan betapa besar perhatian telah diberikan untuk dunya. Padahal sesungguhnya ada kebutuhan yang lebih besar untuk membangun akhirat kita, kehidupan setelah dunya ini. Adalah Akhirat, dan bukan Dunya, yang vital bagi orang-orang di abad 21 ini. Orang-orang itu, yang menggunakan teknologi pada setiap urusan, yang intelegensi dan kecerdasan dan kepandaiannya terus bertambah setiap hari-nya, seharusnya juga menyalurkan energi mereka untuk membangun Akhirat yang jauh tidak terbandingkan (keindahan dan kenikmatannya, penj.) dibandingkan Dunya mereka.
Seseorang mampu untuk bertahan hidup dengan teknologi maupun tanpa teknologi. Orang mampu untuk bertahan hidup baik dengan adanya tenaga listrik maupun tanpa tenaga listrik. Seseorang dapat hidup dalam sebuah rumah yang modern maupun dalam suatu tenda yang sederhana. Berapa pun jangkauan umur hidup yang Allah telah putuskan untuk seseorang akan dipenuhi, tanpa memandang faktor-faktor ini. Allah telah memberikan pada kita umur hidup yang berbeda-beda. Beberapa orang hidup hingga 100 atau 70 atau 80 tahun.
Sementara, beberapa orang yang lain hanya hidup selama lima tahun, atau malah cuma satu hari. Allah telah mengaruniakan pada setiap orang dari Anda-anda ini, suatu jangka waktu tertentu untuk hidup. Anda akan hidup dan kemudian melaluinya menuju ke Kehidupan Berikutnya. Jika Anda sungguh-sungguh percaya dan beriman bahwa waktu Anda di Akhirat (Kehidupan Berikutnya) adalah lebih lama dan lebih penting daripada waktu Anda di Dunya ini, maka mengapa Anda tidak berusaha untuk membangun Akhirat yang lebih baik bagi diri Anda sendiri? Lihatlah secara mendalam pada sifat sejati dari suatu kehidupan, dan Anda akan mendapati bahwa mereka yang hidup sebelum kita, menjalani kehidupannya dengan cara yang amat serupa dengan cara kita, sekalipun tanpa adanya tenaga listrik atau teknologi lainnya. Mereka juga punya keluarga dan punya rumah.
Mereka tidur dan bangun. Mereka pun bekerja dan menghabiskan waktu luang mereka bersama keluarga, kolega, tetangga, dan sahabat-sahabat mereka. Mereka puas dengan apa yang mereka miliki. Mereka telah merasa seperti hidup di surga. Tapi kita malah merasa kasihan pada mereka karena mereka tidak memiliki listrik, air conditioning (AC), pemanas ruangan atau lampu, air panas, email dan Internet. Kita berpikir bahwa hidup kita jauh lebih baik daripada mereka dan kita merasa seakan-akan kita hidup di surga. Tapi, orang-orang yang hidup bahkan 1000 tahun yang lalu pun merasa bahwa hidup mereka adalah bagai di surga.
Perasaan-perasaan serupa seperti ini didasarkan pada persepsi yang relatif. Mereka berbahagia dengan hidup mereka; Anda pun berbahagia dengan hidup Anda. Hal ini bukanlah hal yang paling penting. Mereka berbahagia dengan apa yang mereka punya, dan kita pun berbahagia dengan apa yang kita punya. Dan mungkin, generasi yang akan datang pun akan lebih berbahagia dengan apa yang mereka miliki dan ketika mereka melihat ke belakang, mereka akan memandang apa yang kita punya sebagai hal-hal yang primitif. Bagaimanapun dunya ini membuat hidup kita lebih baik, tetapi tetap saja ia memiliki batas-batasnya, limit-limitnya. Dunya tidak akan pernah dapat menyaingi Akhirat.
Dengan hanya membaca beberapa ayat dari Quran Suci atau suatu fragmen dari suatu hadits, Allah SWT dan Rasulullah telah menggambarkan suatu Akhirat yang berada di luar imajinasi (khayalan) kolektif kita sekalipun. Sebagai suatu contoh sederhana, Nabi pernah bersabda, "Seandainya seorang hur al-'ayn (bidadari surga) memperlihatkan satu dari kuku jarinya pada dunia ini, setiap orang yang berada di segenap alam ini akan jatuh pingsan." Tak ada dari dunya ini yang dapat menyamai keindahan yang akan Allah karuniakan bagi hamba-hamba-Nya yang beriman, di Akhirat nanti.
Kita belajar bahwa keharuman dan keindahan satu saja kuku jari di akhirat akan melenyapkan semua yang ada di dunya ini. Mengapa kita hanya menghabiskan waktu, untuk membangun dunya kita ini lebih daripada untuk akhirat? Padahal tak ada dari kita yang mengetahui kapan Allah akan memanggil kita dari hidup ini. Ingatlah kisah Firaun dari Mesir. Lihatlah pada piramid-piramid di sana dan perhatikan apa yang telah ditemukan di Luxor dan Aswan (nama daerah di Mesir, penj.).
Semua raja-raja itu dikubur bersama harta mereka yang amat berlimpah, tapi apa yang sebenarnya telah mereka bawa bersama mereka ke kehidupan berikutnya? Badan-badan mereka kini hanyalah menghiasi museum sebagai mummi-mummi, untuk menghasilkan uang. Mereka mati dan telah pergi. Tak peduli lagi apa yang dulu mereka makan, apakah roti, ataukah beras, ataukah mungkin hanya daun-daun dari hutan.
Hal ini terjadi pula ketika Sayyidina Ubaidullah al-Ahrar (http://naqshbandi.org/chain/20.htm), mursyid ke-20 dalam Silsilah Emas Tareqah Naqshbandi, memerintahkan seorang murid beliau untuk pergi ke sebuah gunung untuk menunggu beliau. Sang murid menaatinya karena Islam berarti ITTIBA', "MENGIKUTI". Lebih khususnya, mengikuti jalan para Syaikh atau Guru yang akan membawa Anda menuju Jalan Nabi. Anda adalah seorang murid. Jika Anda seorang murid, maka Anda mesti memiliki seorang Guru. Harus ada seorang guru dan harus ada pula seorang murid.
Jika kita mengikuti trend dari banyak 'ulama saat ini yang mengatakan bahwa mereka mengajari "tholaab al-'ilm" (siswa atau murid dari ilmu), maka kita pun mesti menerima akan perlunya memiliki seorang guru. Seperti halnya suatu bangunan atau gedung harus memiliki atap atau langit-langit, seorang guru pun harus memiliki murid, dan seorang murid harus memiliki seorang guru.
Melanjutkan cerita tadi, Sayyidina 'Ubaidallah berkata pada muridnya, "Pergilah, aku akan datang." Sang Murid pun pergi, hanya berpikir, "sang Syaikh berkata 'Pergi', maka aku pun pergi". Waktu Maghrib pun tiba, dan Sang Syaikh belum tiba. Ia (sang murid) pun menunggu. Hari berikutnya, sang Syaikh masih juga belum datang. Sang Murid mulai untuk makan buah-buahan yang ada sampai tak ada lagi makanan yang tersisa. Satu minggu berlalu dan sang Syaikh pun masih belum datang. Satu bulan berganti menjadi tiga bulan. Berlalu pula musim penghujan dan musim kemarau. Hari demi hari berlalu, namun sang Mureed tetap menunggu dengan penuh kesabaran baik dalam guyuran air hujan yang lebat maupun dalam cuaca buruk lainnya.
Dan saat salju mulai turun, bumi pun membeku dan ia tidak menemukan apa-apa untuk dimakan. Tapi Allah, Yang Maha Pemurah, mengirimkan baginya seekor rusa. Rusa itu datang di pagi hari, dan sang mureed memerah susu darinya, dan ia pun puas dan bersyukur sepanjang hari. Ia paham benar akan ayat, "Ma khalaqta al-jinna wal ins illa li ya`buduna la ureedu minhum min rizq wa la ureed an yut'imoon". "Tidaklah Aku ciptakan Jinn dan Manusia kecuali untuk menyembah-Ku. Aku tidak meminta dari mereka rizki, tidak pula Aku minta mereka untuk memberi makan pada-Ku".
Allah menyediakan bagi mureed ini karena ia adalah seorang PENGIKUT yang baik yang menginginkan untuk membangun akhirat-nya lebih dari keinginan lain apa pun. Allah menyediakan makanan untuk memberinya energi. Makan, bukanlah sekedar suatu jawaban terhadap perasaan lapar secara biologis. Makan menyediakan bahan bakar bagi tubuh Anda untuk beribadah. Anda harus memulai setiap makan dengan niat untuk memperoleh energi bagi ibadah. Dan Anda harus menggunakan energi ini untuk membangun Akhirat Anda.
Jika Anda memperhatikan baik-baik pesan ini, dan mengikuti Sunnah untuk membangun akhirat Anda, Allah akan membuat Anda merasa puas dan kenyang sekalipun dengan hal yang paling kecil dan sederhana. Sang mureed tadi menunggu kedatangan Syaikh-nya selama tujuh tahun. Ia minum susu dari rusa tadi setiap hari dan kemudian membaca Quran. Hewan-hewan akan berkumpul di sekelilingnya untuk mendengar dhikr-nya dan mendengar bacaan ayat-ayat Quran, dan mereka pun menjadi amat jinak. Kebalikannya, kita adalah hewan-hewan liar dan buas - bahkan terhadap satu sama lain. Kita mesti meninggalkan Shaytan dan mengikuti Ar-Rahman.
Kita mesti mengingat akan sang mureed yang demikian bahagia hanya dengan hal-hal dan kenikmatan yang amat sederhana, dan para pendahulu kita juga bahagia hidup dalam gubuk-gubuk yang hanya diterangi dengan minyak dan lilin. Jika tenaga listrik mati untuk beberapa menit saja saat ini, tentu kita akan merasa susah. Mereka bahagia hanya mengendarai kuda atau keledai, atau malah hanya berjalan kaki. Mereka mengukur jarak dengan hitungan berapa jam yang diperlukan untuk bepergian dengan kuda atau keledai.
Sekarang, Allah telah mengaruniai kita dengan pesawat terbang dan mobil yang cepat. Benda-benda ini membuat kita bahagia, untuk suatu waktu, tapi pada akhirnya kita menjadi sama saja dengan mereka yang telah wafat mendahului kita. Hidup mereka, di waktu mereka, dan hidup kita di waktu kita saat ini adalah sama. Jika kita tidak menggunakan waktu yang telah dikaruniakan Allah bagi kita untuk membangun akhirat kita, maka akhirnya kita akan merugi. Akhirat tidak dapat dibangun dengan teknologi, atau dengan apa yang sekarang dinamai peradaban. Akhirat hanya bisa dibangun dengan amal salih, amal kebajikan, suatu perbuatan yang dilakukan pada kehidupan ini, tapi terlaksana demi akhirat.
Pertemuan yang saat ini kita lakukan mungkin termasuk perbuatan semacam itu. Ada begitu banyak pertemuan dan majlis seperti ini di seluruh dunia. Banyak orang yang duduk di antara salat Maghrib dan 'Isha' dan berdizkir mengingat Allah SWT dan mengingat serta menyebut Nabi . Alhamdulillah - dengan dukungan spiritual dari Rasulullah sallalLahu 'alayhi wasallam melalui silsilah dari para Syaikh kita, yang merupakan suatu transmisi dari seorang Grandsyaikh dari Grandsyaikhnya, dan seterusnya hingga kembali menuju Nabi sallalLahu 'alayhi wa sallam - kita dapat datang berkumpul, duduk bersama, mendengar dan kemudian pergi.
Tapi seandainya pertemuan kita ini tidak membuahkan apa pun maka ia adalah suatu pertemuan yang tak bermanfaat. Banyak pohon yang tumbuh tapi tidak berbuah, yang merupakan pohon feral. Tapi, untuk pohon-pohon yang tumbuh dan mengeluarkan buah, kita menyebut mereka berbuah, berguna. Jika pertemuan-pertemuan ini tidak menolong kita untuk memperbaiki akhirat kita, maka kita hanyalah menghabiskan waktu belaka. Kita berdoa, "Yaa Rabbi, peliharalah kami pada jalan yang lurus, peliharalah kami pada jalan Nabi Muhammad sallallahu 'alayhi wasallam. Buatlah kami agar mengikuti Sunnah beliau”.
Lemparkanlah dari dalam hati kalbu kami "hubb ad-dunya" - cinta akan dunia. Penuhi hati kalbu kami dengan "hubb al-akhira", kecintaan akan akhirat, kehidupan selanjutnya. Jauhkan dari kalbu kami "shahwat al-haram", keinginan akan hal-hal terlarang, dan penuhi hati kalbu kami dengan "shahwat al-halal", keinginan akan apa yang diperbolehkan bagi kami. Karuniakan pada kami adab dan akhlaq yang luhur dan bersihkan dari diri kami segala adab dan akhlaq yang buruk." Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk membangun akhirat kita dan untuk mengikuti bimbingan dan petunjuk dari Shuyukh kita dan bimbingan petunjuk dari Sayyidina Muhammad sallalLahu 'alayhi wasallam. Bihurmatil Faatihah.
RI-Jepang Bekerja Sama Bantu Palestina
AMMAN - Indonesia, Jepang dan Palestina bekerja sama untuk membangun taraf hidup warga Palestina. Kerja sama ini dilakukan dalam bentuk pelatihan yang berlangsung di Amman, Yordania. Sebelaumnya, pada saat delegasi Palestina mengunjungi Indonesia pada bulan Juli lalu, Indonesia, Palestina dan Jepang telah menetapkan 3 bidang kerja sama trilateral. Ketiga bidang kerja sama itu antara lain, pertanian, kesehatan serta usaha kecil dan menengah. Sebagai tindak lanjut penetapan tersebut, pelatihan ini diselenggarakan di kota Amman. 10 orang pengajar Indonesia dikirimkan untuk pelatihan ini. Sementara dari Palestina 15 orang yang berpartisipasi terdiri dari pihak-pihak badan ekonomi kerakyatan, kamar dagang, kawasan industri, LSM, organisasi perempuan, universitas, dan kelompok masyarakat lainnya. Selama empat hari sejak 19 hingga 22 Desember, telah diselenggarakan berbagai pelatihan, antara lain cara tentang pembukaan usaha baru, inovasi teknologi dan pembukaan usaha baru dalam bidang Agrobisnis, perencanaan kegiatan dan pendukung. "Mereka ingin belajar dari Indonesia tentang ide-ide yang dapat digunakan oleh rekan-rekannya untuk mendukung pembangunan industri usaha kecil dan menengah di Palestina," pernyataan pihak Kedutaan Besar Jepang kepada okezone, Jumat (24/12/2011). Pelatihan ini diselenggarakan dengan skema pelatihan Japan International Cooperation Agency (JICA) dengan negara ketiga penerima bantuan JICA, dengan penyelenggara bersama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang. (faj)
Tentara - PPP bentrokan: US siap untuk agen perubahan yang lama dengan yang baru!
Seperti yang diharapkan, dengan dimulainya fase negosiasi dari kampanye Af-Pak, AS kini siap untuk agen perubahan di Pakistan. Penulisan adalah di dinding dan pemerintah yang dipimpin PPP dapat melihatnya keras dan jelas. Tentara vs Pemerintah pergumulan yang semakin meningkat. Bentrokan pada skandal 'Memogate' telah menjadi terlalu jelas. Skandal itu berawal dari "memo" yang disampaikan kepada Laksamana Mullen melalui punggung-saluran dan konon digagas dan diprakarsai oleh Presiden Asif Ali Zardari. Dalam memo itu, pemerintah Zardari meminta Amerika untuk menghentikan kemungkinan kudeta di Pakistan, setelah "pembunuhan," Osama Bin Laden dalam pertukaran untuk 'konsesi besar' dalam Perang Teror, masalah nuklir dan normalisasi dengan India, antara lain. Ini bukan untuk pertama kalinya bahwa Amerika telah mengubah agen terpercaya yang lama dengan yang baru. Setiap kali ia menganggap bahwa agen telah hidup lebih lama kegunaannya atau opini publik telah menjadi bermusuhan dengan titik bahwa ada bahaya perubahan nyata, dia membawa wajah-perubahan untuk menghentikan tingkat sistem, perubahan radikal. Pada tahun 1999, Pakistan menyaksikan kaki tangan AS, Nawaz Sharif, digantikan oleh kaki tangan militer, Musharraf. Selama 2008-2009, pertama AS memaksa Musharraf untuk menerima kesepakatan pembagian kekuasaan dengan Benazir Bhutto dan akhirnya menggantikannya dengan penggaris, demokratis korup, Asif Ali Zardari. Demikian pula sekarang, ketika Zardari telah mencapai tanggal kadaluarsa dan fase operasional di Af-Pak strategi adalah bahwa negosiasi, dan bukan perang, AS ingin menyingkirkan Zardari dan membawa agen baru yang lebih cocok untuk negosiasi. Untuk mencapai hal ini, AS lagi perbankan pada agen-agennya di angkatan bersenjata. Kayani dan Pasha ujung tombak kampanye ini. Saat ini "memogate" skandal dan kasus NRO yang digunakan untuk mengerahkan tekanan terhadap rezim Zardari. Peradilan yang disebut independen, yang juga telah terekspos sebagai lengan yang sesungguhnya dari Angkatan Darat adalah ace-kartu untuk mencapai tujuan AS. Ini "bermusuhan" peran juga sesuai Kayani, karena dia bisa mengaku sebagai seseorang yang bekerja melawan kepentingan AS dengan cambuk kuda mati - Zardari. Hal ini membantu membangun dirinya Kayani dalam peringkat dan file, yang membenci dia karena diam-diam dengan AS dalam serangan Abottabad, serta Salalah serangan NATO, yang menewaskan lebih dari 28 tentara Pakistan tewas dan banyak terluka. Hal ini juga membantu Kayani menggambarkan dirinya sebagai seorang Jenderal yang independen dan anti-AS yang bisa wow TTP dan Afghanistan Taliban di meja perundingan, sehingga proses politik dapat memberikan keabadian dengan keuntungan militer AS di Afghanistan dan FATA. George Friedman dalam artikelnya tentang menyinggung "Stratfor" ke titik yang sangat. Dia mengatakan:. "Orang-orang Pakistan sedang mempersiapkan untuk penarikan publik Amerika, penting bagi mereka untuk muncul sebagai independen dan bahkan memusuhi Amerika mungkin untuk menjaga kredibilitas domestik mereka Sampai sekarang, mereka telah muncul untuk berbagai faksi. di Pakistan sebagai antek-antek Amerika ... tuduhan AS bahwa pemerintah belum bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam memerangi Islamis persis apa pembentukan Pakistan kebutuhan dalam rangka untuk pindah ke tahap berikutnya. " Seorang Afghanistan yang stabil dan FATA, dengan US pangkalan di Afghanistan dan militer Pakistan check-poin di FATA, akan memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk membangun pipa menguntungkan untuk aliran bebas dari hidrokarbon melalui Gwadar ke seluruh dunia. Oleh karena itu, Musharraf dan Kayani tewas dan cacat ribuan dan jutaan pengungsi Muslim hanya untuk kepentingan Amerika. Setelah operasi militer terakhir di Kurram, yang 'penyihir berburu' dari Tehreek Taliban Pakistan (TTP) telah berakhir, karena Angkatan Darat telah dibangun titik cek di seluruh FATA, yang sebelumnya daerah yang tidak-pergi. AS telah mulai tahap negosiasi, yang perlu dukungan politik dari agen-agen AS dalam kepemimpinan politik Pakistan. Zardari tidak bisa mengemudi tujuan ini AS. AS membutuhkan wajah lain yang selalu menyerukan negosiasi dan dipandang oleh kaum Muslim suku sebagai pemimpin yang kredibel. Ini adalah mengapa hal itu tidak datang sebagai kejutan yang bahkan Wakil Presiden Joe Biden tidak menganggap Taliban untuk menjadi musuh! Untuk tahap baru negosiasi, GHQ dan ISI adalah rekayasa lain Partai Raja '(baru' Q Liga 'seperti mereka menyebutnya di Pakistan) di bawah kepemimpinan seorang kapten mantan tim Cricket Pakistan, Imran Khan. Semua wajah korup kembali di Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) setelah "dibaptis" dan disetujui oleh ISI. Inilah sebabnya mengapa daya tarik bagi Imran Khan dan partainya telah menurun tajam di antara warga kelas menengah terdidik yang berharap untuk melihat perubahan, di bawah kepemimpinan seorang "politisi bersih". Kritik menjadi begitu tajam sehingga Imran Khan telah mengakui bahwa ia tidak bisa membangun sebuah tim malaikat dari negara leher-jauh di korupsi. Ini adalah apa Hizbut Tahrir telah advokasi selama puluhan tahun, Anda tidak pernah dapat membawa perubahan melalui sistem yang korup. Dalam proses demokrasi, seseorang harus tergantung pada politisi yang korup yang sama untuk datang ke kekuasaan dan para politisi pastikan bahwa tidak ada hukum yang berlaku di parlemen, yang menantang status quo. Inilah sebabnya, sebagai contoh, di Pakistan tidak ada hukum diundangkan untuk menerapkan pajak pada sektor pertanian, karena sebagian besar tuan tanah adalah bagian dari parlemen. Perubahan nyata hanya dapat terjadi dengan mengikuti metodologi Rasulallah صلى الله عليه وسلم, yang mengharuskan kita untuk membangun opini publik untuk pelaksanaan Islam dan mandat mencari dukungan dari orang-kekuatan-untuk mencabut sistem kufur saat ini dan membangun Khilafah. Gagasan bahwa orang-orang yang bersih dalam sistem yang korup akan membawa perubahan, adalah lelucon lengkap. Hal ini bahkan lebih tidak mungkin ketika korup telah menyusup ke eselon tertinggi partai dan memperjuangkan slogan "Perubahan"! Naveed Butt Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan 22 Desember 2011
Iran Siapkan UU Larangan Kapal Asing Masuk Hormuz
TEHERAN - Parlemen Iran sedang merancang sebuah undang-undang untuk melarang masuknya kapal perang asing ke Selat Hormuz. Iran juga menuntut setiap kapal asing agar meminta izin terlebih dahulu ke Angkatan Laut Iran bila ingin melintas di perairan itu. Rancangan undang-undang itu diumumkan di tengah munculnya ketegangan di Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Iran sebelumnya juga memperingatkan kapal induk AS USS John C Stennis yang bertenaga nuklir agar tidak melintas di Teluk Persia. "Bila kapal perang negara lain melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan koordinasi dari Angkatan Laut Iran, mereka akan dihentikan," ujar anggota Parlemen Iran Nader Qazipour seperti dikutip Fars, Jumat (6/1/2012). Qazipour juga menegaskan, Selat Hormuz dan Teluk Persia juga merupakan wilayah perairan milik Negeri Persia itu dan rancangan undang-undang itu akan segera dipresentasikan di depan seluruh anggota Parlemen Iran pada pekan depan. Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi bahkan melontarkan komentar yang sangat tegas. Dirinya mengatakan, pasukan asing tidak berhak melintas di wilayah perairan Iran. Vahidi juga mengumumkan, Iran akan segera mengorganisir latihan militer gabungan dengan negara tetangganya. Beberapa hari yang lalu, Pentagon mengumumkan, kapal USS John Stennis akan tetap berlayar di Teluk Persia meski ada ancaman dari Iran. AS juga menilai, ancaman yang dilontarkan Iran tak lain hanyalah berupa provokasi. AS juga menilai, dirinya perlu menjamin keamanan di jalur distribusi migas dunia tersebut. Beberapa hari yang lalu, Pentagon mengumumkan, kapal USS John Stennis akan tetap berlayar di Teluk Persia meski ada ancaman dari Iran. AS juga menilai, ancaman yang dilontarkan Iran tak lain hanyalah berupa provokasi. AS juga menilai, dirinya perlu menjamin keamanan di jalur distribusi migas dunia tersebut.(AUL)
Santorum Akan Sabotase Nuklir Iran
MERRIMACK - Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Rick Santorum mengutarakan pandangannya terhadap Iran dalam kampanyenya di New Hampshire. Dirinya dengan tegas mengatakan, akan melakukan sabotase fasilitas nuklir Iran sebelum mengembomnya. Mantan Senator Pennsylvania itu mengatakan, bila terpilih sebagai Presiden AS, dirinya akan mengambil kebijakan ekstra keras ke Iran seperti halnya mendanai LSM anti-pemerintahan di Iran, memperkuat pemberlakuan sanksi, dan juga melakukan sabotase terhadap fasilitas nuklir Iran. Bila seluruh tindakan itu tidak efektif, Santorum akan melakukan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran. "Serangan itu sama seperti yang dilakukan oleh Israel ke Suriah, dan Irak, hal itu ditujukan agar Iran tidak dapat mengembangkan senjata nuklirnya," ujar Santorum, seperti dikutip Washington Times, Selasa (10/1/2012). Santorum juga menegaskan dukungannya terhadap Israel, dirinya selalu tampil sebagai pendukung Israel yang siap mengucurkan dananya untuk negeri Yahudi itu. Pada saat yang sama, bakal calon kandidat lainnya, Ron Paul juga mengutarakan pandangannya terhadap kasus Iran. Paul langsung mengutarakan pandangan liberalnya terhadap isu Iran dengan mengatakan, dirinya takut akan segala bentuk senjata nuklir yang dimiliki oleh setiap negara. Namun Paul menegaskan, pemberlakuan sanksi hanya akan menyeret AS ke dalam peperangan. "Malapetaka akan segera meletus di masa yang akan datang. Hingga saat ini, pengawas nuklir tidak memiliki bukti yang kuat atas kepemilikan Iran terhadap senjata nuklir. Kita boleh berperang, namun kita juga harus berhati-hati," ujar Paul. Mitt Romney, Rick Santorum, dan juga Ron Paul merupakan tiga orang bakal calon kandidat Presiden AS yang unggul di Iowa. Mereka pun akan terus bertanding dalam kaukus di beberapa negara bagian lainnya di AS. New Hampshire sendiri dikabarkan menjadi tempat yang akan memberikan atmosfer baik bagi Paul, karena Paul dikabarkan sudah mendapat dukungan dari tiga suratkabar asal New Hampshire.(AUL)
"AS Ingin Jadi Penengah di Sengketa Laut China Selatan"
JAKARTA - Utusan Amerika Serikat (AS) untuk Asean William S Cohen mengatakan, AS hanya ingin menjadi penengah dalam sengketa Laut China Selatan. Hingga saat ini, sengketa Laut China Selatan juga dinobatkan sebagai konflik yang tak kunjung usai. "Saya rasa, AS hanya ingin berperan sebagai fasilitator dan penengah dari sengketa Laut China Selatan. AS ingin perairan itu menjadi perairan yang bebas untuk berlayar, AS juga tidak memihak negara pengklaim wilayah itu," ujar Cohen, pada kuliah umum US-Asean Relation di kantor Sekretariat Asean, Selasa (10/1/2012). Pria yang sempat menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS itu juga menyoroti pentingnya kerja sama antara AS dan negara-negara pengklaim perairan itu terkait adanya bencana alam, seperti tsunami. Cohen juga selalu menekankan dialog untuk segala bentuk penyelesaian sengketa dan konflik. Selain membahas isu Laut China Selatan, Cohen tampak menyikapi perkembangan hubungan AS dan Asean yang saat ini cukup mengalami perkembangan. Meski adanya peningkatan hubungan antar kedua pihak itu, Cohen menilai, Kongres AS tampaknya masih kurang memusatkan perhatiannya terhadap masalah-masalah Asean. Sekretaris Jendral Asean Surin Pitsuwan juga mengatakan, kehadiran Paman Sam di Asean adalah untuk memastikan terjaminnya keamanan di wilayah Asia Tenggara guna menghindari instabilitas.(AUL)
Langganan:
Postingan (Atom)

